Atraksi di Festival Merdada 2019

Dieng, negeri di atas awan. Sebuah julukan yang tidak asing lagi di telinga wisatawan. Wilayah dataran yang berada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini tak pernah kehabisan keindahan. Destinasi pariwisata yang ditawarkan bermacam-macam. Mulai dari sejarah, alam, kebudayaan, hingga produk unggulan.

Destinasi wisata apa saja yang pernah Anda kunjungi di Dieng? Biar kami tebak. Pasti Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Bukit Sikunir, dan Telaga Warna, bukan? Adakah di antara pembaca yang pernah berkunjung ke Telaga Merdada? Telaga terluas di Dataran Tinggi Dieng ini berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. 


Telaga Merdada dikenal tidak memiliki sumber mata air, namun hanya mengandalkan air hujan yang kemudian ditampung. Oleh masyarakat, air telaga dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian di sekitarnya. Suasana yang sejuk dan pemandangan ladang yang indah membuat wisatawan betah berlama-lama di telaga yang memiliki luas 25 hektare ini.

Bupati Banjarnegara Membuka Festival Merdada 2019

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus memperbaiki aspek 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) untuk mendukung pariwisata Dieng, salah satunya yaitu atraksi. Pemkab bekerja sama dengan Desa Wisata Karangtengah menyelenggarakan event Festival Merdada 2019

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, membuka secara langsung Festival Merdada 2019 dengan memukul kenong. Bupati berharap masyarakat Desa Karangtengah dan sekitarnya dapat menjaga kelestarian Telaga Merdada. Event yang berlangsung pada tanggal 21-22 September 2019 ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian warga sekitar.

Mengangkat tema Green Merdada, atraksi yang disajikan sangat beragam. Kira-kira apa saja atraksinya? Yuk, kita simak di bawah ini!

Merdada Bersholawat
Grup Syafi'i Akrom

Merdada bersholawat merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Merdada 2019 yang diisi oleh grup sholawat yaitu Syafi'i Akrom dari Pekalongan dan grup dari Desa Karangtengah. Di tengah terik matahari, mereka tetap melantunkan bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Gelar Seni Negeri Kayangan 
Sendratari Merdada

Tiga jenis kesenian ditampilkan dan memukau pengunjung dalam atraksi yang bertajuk gelar seni negeri kayangan. Kesenian pertama yang ditampilkan adalah Kuda Lumping. Tarian tradisional dari Jawa ini menggambarkan sosok prajurit yang berkuda. Kami kira akan ada atraksi kesurupan yang ditampilkan seperti pertunjukan kuda lumping pada umumnya. Tapi ternyata tidak. 

Selanjutnya, cerita pewayangan yang mengisahkan Putra Dewi Windradi dan Resi Gautama yaitu Dewi Anjani, Sugriwa, dan Subali dikisahkan dalam Sendratari Merdada. Tarian tersebut menjadi ciri khas gelaran Festival Merdada setiap tahunnya. Beberapa anak kecil yang terlibat dalam pementasan dan mengenakan kostum kera membuat penonton tertawa dengan gerakannya.

Kesenian terakhir yang ditampilkan adalah Butho Gedruk. Tarian tersebut menonjolkan hentakan kaki yang menggambarkan kemarahan raksasa atau butho dan ditampilkan oleh kelompok Butho Gederug Atas Awan (BGAA).

Pasar Janganan
Stand Pasar Janganan

Janganan merupakan bahasa Jawa yang artinya sayuran. Potensi pertanian yang ada di sekitar Merdada membuat panitia berinisiatif untuk kembali menghadirkan Pasar Janganan dalam rangkaian Festival Merdada 2019. Hasil bumi yang dijual antara lain kubis, kentang, wortel, bunga kubis, dan terong belanda. Pengunjung yang hadir dapat berbelanja sayuran dengan harga yang murah karena langsung dari petani.


Parade Kayak
Pengunjung Bermain Kayak di Telaga Merdada

Kemarau panjang tahun ini tidak membuat Telaga Merdada kering. Meski terlihat surut, debit air masih cocok untuk bermain kayak. Bekerja sama dengan The Pikas Artventure Resort, parade kayak digelar hari kedua event Festival Merdada 2019.

Wisatawan dapat menikmati sensasi mendayung membelah Merdada tanpa dipungut biaya. Banyak anak-anak yang mengantri untuk menaiki kayak, meskipun mereka tahu risiko celana yang basah setelah mengelilingi telaga.

Waste Fashion Show
Peserta Waste Fashion Show

Dengan mengusung tema Green Merdada, panitia tidak hanya membuat atraksi tanam pohon. Warga  juga diajak untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi gaun yang diperagakan dalam Waste Fashion Show. Sebanyak 26 peserta dari kategori anak-anak dan dewasa mengikuti peragaan busana ini.

Fashion show tersebut dilombakan dan masing-masing kategori dipilih tiga pemenang. Kriteria penilaian adalah kreativitas, keunikan, jenis limbah yang digunakan dan jumlah bahan yang digunakan. Peragaan busana dari limbah sekaligus menjadi penutup acara Festival Merdada 2019.

Selain lima atraksi yang kami jabarkan di atas, masih ada beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti Kirab Wedhana Bumija, Senandung Telaga, Mom and Kids Painting, Senam Masal Milenial, Dieng Road Bike, dan Merdada Acoustic.

Sampai jumpa di Festival Merdada 2020 dengan atraksi-atraksi yang lebih keren!



1 komentar