Featured Slider

Gebyar Dolanan Bocah Di Festival Budaya Kalilunjar

Gebyar Dolanan Bocah Dalam Festival Budaya Kalilunjar
27 Agustus lalu, lapangan Kalilunjar ramai dipadati puluhan anak dengan pakaian adat Jawa. Hari tersebut merupakan hari di mana Gedobo (Gebyar Dolanan Bocah) diadakan. Lapangan Kalilunjar disulap dengan jerami menjadi latar yang menarik untuk dolanan bocah tempo dulu. Acara Gedabo dimulai pukul 10.00 WIB dengan doa bersama.

Event tahunan yang sudah berlangsung selama 4 tahun berturut-turut dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian perayaan hari ulang tahun desa Kalilunjar yang jatuh pada tanggal 29 Agustus. Selain untuk merayakan ulang tahun desa Kalilunjar, Gedobo ini juga bertujuan untuk melestarikan permainan tradisonal agar tidak punah dan terlupakan. Mengingat saat ini anak-anak lebih menyukai dan memilih gadget dibanding bermain bersama di luar rumah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu mengenalkan kepada anak-anak tentang dolanan-dolanan bocah zaman dahulu. Sekaligus sebagai sarana nostalgia bagi para penggagas atau tamu yang hadir.

Gebyar Dolanan Bocah Dalam Festival Budaya Kalilunjar
Ada yang berbeda dengan Gedobo kali ini. Gedebo tahun lalu hanya diikuti oleh anak-anak dari RT desa Kalilunjar, sedangkan Gadebo tahun ini terbuka untuk anak-anak dari RT setempat dan juga dari kategori pendidikan, yaitu TK dan SD setempat. Total peserta atau penampil sebanyak 18 kelompok. Gagasan untuk menampilkan penampil dari kategori pendidikan bertujuan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak dari desa lain dan tentunya agar acara Gedobo semakin ramai dan semarak.

Untuk dolanan bocah yang ditampilkan bermacam-macam; seperti jamuran, ular naga, dakon, dan cublak-cublak suweng. Lagu-lagu dolanan pun berulang kali didendangkan oleh anak-anak tersebut. Rasanya seperti nostalgia ke masa lalu, saat masih berumur 5 tahunan.

Gedobo ini tidak hanya ditampilkan saja, namun juga ada penilaian karena Gedebo dilombakan. Juri yang ditunjuk juga merupakan warga setempat yang memiliki basic seni. Untuk juara 1, juara 2, dan juara 3 diraih oleh kelompok RT 1 RW 1, RT 3 RW 3, dan RT 2 RW 1. Sedangkan untuk juara harapan 1 – 3 berturut-turut diraih oleh TK Pertiwi Kalilunjar, PGRI Kalilunjar Putri, dan PGRI Kalilunjar Putra.

Gebyar Dolanan Bocah Dalam Festival Budaya Kalilunjar
Setelah pembagian hadiah, acara ditutup tepat pukul 13.00. Wajah anak-anak terlihat bahagia, pun dengan penyelenggara. Acara berjalan sukses dan mengena. Peserta bahagia, penyelenggara senang, penikmat juga puas. Sampai bertemu di Gedobo tahun depan! (Veronica)

Sejarah Desa, Gotong Royong, dan Sang Dewi Dalam Balutan Kirab Pari Jenggawur

Jenggawur Artnival 2018
Sebuah kolaborasi tani, seni, dan budaya yang diberi nama Jenggawur Artnival (JeArt) 2018 telah diselenggarakan oleh karang taruna bersama Pemerintah Desa Jenggawur pada tanggal 24, 26, 30, 31 Agustus, dan 1 September 2018. Jenggawur Artnival diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Desa Jenggawur ke-107 yang jatuh pada tanggal 24 Juli.

Dengan mengusung tema “Memikul Tradisi Menanam Budaya”, Jenggawur Artnival 2018 memiliki 7 kegiatan utama yaitu Rembug Sejarah Desa, Kirab Pari, Pameran Potret Potensi Desa se-Banjarnegara, Pameran Produk BUMDes, Desa Berpuisi, Seni Tradisi, serta penutupan yang dimeriahkan oleh Musik Etnik dan Keroncong. Nah, kali ini kami akan membawa para pembaca untuk ikut merasakan riuhnya acara Kirab Pari.